Minggu, 06 Oktober 2013

Program Wing Chun Bangau Putih Malang



Kurikulum Perguruan Wing Chun Bangau Putih Malang

1. Program Tingkat Satu      (LEVEL 1)
Program Tingkat Satu (LEVEL 1) adalah merupakan program latihan dasar atau basic trainee dalam seni beladiri Wingchun Bangau Putih. Program Level 1 memiliki tujuan untuk mengenalkan gerakan-gerakan dasar dari beladiri wingchun serta melatih para siswa untuk terbiasa terhadap gerakan yang memiliki khas dari seni beladiri asal china ini. Pelatihan program dasar ini meliputi pelatihan Kuda-kuda, Pukulan dasar Wingchun, serta Latihan Tangkisan dasar wingchun, Siu Lim Tao.

2.Program Tingkat Dua       (LEVEL 2)
Program Tingkat Dua (LEVEL 2) adalah merupakan program latihan Tingkat Lanjutan seni beladiri Wingchun Bangau Putih. Program Level 2ini memiliki tujuan untuk mampu mengaplikasikan gerakan dasar wingchun kedalam jurus yang aplikatif sehingga dapat digunakan dan dikombinasikan dengan teknik dalam wingchun.Pelatihan program level 2 ini meliputi Chum Kiu, Chi Sao, serta aplikasinya di dalam kehidupan sehari-hari.

3. Program Tingkat Tiga      (LEVEL 3)
Program Tingkat Tiga (LEVEL 3) adalah merupakan program latihan Tingkat Menengah seni beladiri Wingchun Bangau Putih. Program Level 3 ini memiliki tujuan untuk mempelajari lebih lanjut tingkatan jurus dalam seni beladiri wingchun, serta dapat  mengaplikasikan gerakan dasar wingchun kedalam pertarungan yang kemungkinan terjadi. Pada program level 3 ini para siswa akan mempelajari beberapa jurus meliputi Biu Je, Chi Sao Ganda serta kombinasinya yang dapat langsung diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

4. Program Tingkat Empat  (LEVEL 4)
Program Tingkat Empat (LEVEL 4) adalah merupakan program latihan Tingkat Akhir dari program seni beladiri Wingchun Bangau Putih ini. Program ini di desain dan diarahkan agar para siswa mampu untuk mengaplikasikan gerakan tingkat ahli dan jurus-jurus wingchun kedalam jurus yang aplikatif sehingga dapat digunakan dalam berbagai fight dan pertarungan yang akan terjadi. Pelatihan program level 4 ini meliputi Jurus Muk Yang Jok (boneka kayu) serta cara penerapannya didalam pertarungan, Chi Sao ganda tingkat lanjut, serta penambahan materi wingchun yang dikombinasi dengan seni beladiri street fighter, agar para siswa memiliki wawasan yang luas terhadap seni beladiri dari wingchun secara aplikatif.

Selasa, 01 Oktober 2013

Wing Chun Bangau Putih


Wing chun merupakan seni beladiri Cina yang berasal dari aliran selatan. Wing chun sering disebut juga dengan Yong chun yang mempunyai arti nyanyian musim semi. Wing chun merupakan seni beladiri cina yang memiliki gerakan fleksibel dan mematikan. Konon beladiri ini diciptakan oleh seorang biksu wanita bernama Ng Mui yang kemudian mengajarkan beladiri ciptaannya kepada seorang gadis yang bernama Yim Wing Chun sehingga sampai saat ini beladiri ini dinamai dengan Wing Chun.
Dewasa ini banyak sekali bermunculan pelatihan-pelatihan wing chun yang diselenggarakan secara singkat, baik lewat seminar maupun workshop. Cukup mengherankan padahal wing chun adalah beladiri meski terkesan lembut namun tetap dibutuhkan fisik. Bagaimana mungkin bisa bertarung dengan baik apalagi kondisi dijalanan yang begitu keras tanpa dibutuhkan power dan speed yang baik. Hal inilah yang mendorong berdirinya wing chun bangau putih.
Wing chun Bangau Putih sendiri sudah mulai membuka latihan di Jogjakarta sejak tahun 2009, hanya saja pada saat itu masih bersifat tertutup dan tidak diajarkan untuk umum. Dibawa oleh seorang Sifu bernama sifu Awan keturunan Tionghoa yang berasal dari daerah Singkawang, Kalimantan Barat. Sifu Awan belajar langsung ilmu Wing chun dari kakeknya yang merupakan pengikut saolin yang berasal dari daerah Fujian, Cina. Berbeda dengan aliran Wing chun yang berkembang saat ini (aliran hong kong), gerakkan wing chun bangau putih lebih terlihat sangat berpower dan memiliki kecepatan yang tinggi. Hal inilah yang membedakan wing chun bangau putih dengan wing chun yang lainnya.
Pada tahun 20013 sifu Awan mengamanatkan kepada salah seorang muridnya untuk membuat perkumpulan bangau putih secara resmi dalam rangka untuk menyebarkan seni beladiri Cina dan mengajarkannya untuk masyarakat umum. Maka pada tahun itu pula dibentuklah perkumpulan Wing chun Bangau Putih secara resmi dengan akta notaris Drs. Salim Ghofur, SH,MKn.

Minggu, 12 Mei 2013

Watch this legendaries Of Bruce Lee's

video
Martial Arts - Wing Chun.
Watch this legendaries Video, Bruce Lee's
Amazing...

Sejarah Kungfu Wing Chun

Garis Keturuan Wing Chun
 

Sejarah Kung Fu Wing Chun

Asal Mula Kung Fu Wing Chun

Ketika Cina dijajah oleh bangsa Manchuria (Dinasti Ching), yaitu saat Kaisar Yung Cheng1 berkuasa (1723-1736), terjadi peristiwa dibakarnya Kuil Shao Lin, yang berada di Gunung Sung, Propinsi Honan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 300 tahun yang lalu.

Saat itu pemerintahan Manchuria takut akan perkembangan kung fu di Kuil Shao Lin yang semakin lama semakin kuat. Pemerintah kemudian mengirim pasukan untuk menyerang kuil ini. Serangan demi serangan selalu mengalami kegagalan. akhirnya Kuil Shao Lin dibakar secara diam-diam. Banyak penghuni Shao Lin yang mati terbakar. Tetap tidak semuanya mati, beberapa berhasil lolos dari peristiwa ini, di antaranya adalah Pendeta Wanita Ng Mui, dan juga beberapa orang murid, yang paling terkenal di antaranya adalah Hung Hay Kwun (Hung Si Kuan), Fong Sai Yuk (Fang Se Yu), Luk Ah Choy, dan lain-lainnya. Kelima pendeta/master ini adalah lima guru yang mewakili lima gaya kung fu Shao Lin.

Pendeta Wanita Ng Mui adalah satu-satunya master wanita dari Shao Lin. Ng Mui pergi berkeliling Cina, kemudian menetap di Kuil Bangau Putih yang terletak di gunung Tai Leung (juga disebut gunung Chai Ha), di antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan. Ia berkonsentrasi mendalami Zen Buddhisme, dan juga ilmu kung fu. Ng Mui, seperti juga yang lainnya, tidak pernah melupakan pengalaman pahit peristiwa kebakaran dan pengkhianatan di Kuil Shao Lin. Ia juga khawatir akan pengejaran yang dilakukan oleh para pengkhianat dan pasukan pemerintah Manchuria. Ia sadar akan kesulitan yang akan dialaminya jika suatu saat bertemu dengan para pengkhianat yang juga telah menguasai ilmu bela diri Shao Lin tersebut. Ia sadar bahwa pengetahuan teoritis bela dirinya sejajar dengan mereka, dan suatu saat kemampuan fisiknya akan kalah dengan para pengkhianat yang jauh lebih muda darinya. Untuk mengatasi hal ini, cara satu-satunya adalah dengan menciptakan sebuah teknik bertarung baru yang mampu mengatasi teknik-teknik bertarung Shao Lin.

Suatu saat Ng Mui menyaksikan pertarungan antara seekor rubah dan seekor bangau. Rubah itu berjalan mengitari bangau mencari kesempatan untuk menyerang, sementara bangau diam di tengah dan berputar-putar untuk menghadapi rubah. Setiap kali rubah menyerang dengan cakarnya, bangau menghalau dengan sayapnya dan pada saat yang sama balik menyerang dengan paruhnya. Rubah tersebut memanfaatkan kelincahannya untuk menghindar dan menyerang tiba-tiba dengan cakarnya. Perkelahian ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga Ng Mui mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan teknik pertarungan baru. Ng Mui berkonsentrasi untuk menyesuaikan gerakan cakar rubah dan sayap bangau menjadi gerakan manusia. Akhirnya Ia berhasil menciptakan satu set gerakan tempur yang tetap mempertahankan gerakan rubah dan bangau tetapi telah disesuaikan menjadi gerakkan  manusia.

Gerakan kung fu Shao Lin terlalu rumit untuk Ng Mui, terlebih lagi dalam gaya Shao Lin, banyak gerakan yang memiliki pose menarik dan nama yang indah, tetapi dalam pertempuran yang sesungguhnya tidak dapat dipraktekkan.  Dalam teknik barunya ini ia menitikberatkan pada kesederhanaan gerak dan keanekaragaman kegunaan. Hal ini cukup menyimpang dari teknik-teknik Shao Lin. Jika pada Kung Fu Shao Lin sepuluh set atau lebih gerakan, satu dan lainnya hanya berbeda sedikit, dalam Sistem baru ciptan Ng Mui ini hanya terdiri dari beberapa gerakan sederhana yang digabungkan, dan setelah mengalami beberapa perbaikan dan penyempurnaan, dibagi menjadi tiga jurus  dan satu set gerakan berlatih menggunakan "orang-orangan kayu". dalam teknik baru ini, setiap gerakan adalah gerakan tempur yang sesungguhnya dan sangat praktis. Sudah tidak ada lagi gerakan-gerakan dan pose-pose indah yang hanya berguna untuk menarik perhatian.

Perbedaan lainnya adalah dalam teknik Shao Lin terlalu banyak menekankan latihan fisik. Seorang murid harus berlatih kuda-kuda yang kuat selama beberapa tahun sebelum ia dapat melanjutkan ke pelajaran selanjutnya. Dalam teknik barunya, Ng Mui lebih menekankan penggunaan metode dalam mengalahkan musuh daripada dengan menggunakan kekuatan. Memang dalam metode ini perlu juga melatih kekuatan, tetapi dalam pertempuran yang sesungguhnya, yang terpenting adalah menerapkan metode yang tepat untuk masing-masing keadaan, dan juga untuk masing-masing lawan. Untuk keperluan ini, para pengikut akan dibekali dengan beragam teknik gerakan tangan, kuda-kuda, dan gerak langkah yang fleksibel.

Yim Wing Chun

Yim Wing Chun adalah penduduk asli propinsi Kwang Tung. Setelah ibunya meninggal, ia tinggal berdua dengan ayahnya, Yim Yee. Sejak kecil ia telah dijodohkan dengan Leung Bok Chao, seorang pedagang garam dari propinsi Fu Kien (Hok Kian). Sebagai murid Shao Lin, Yim Yee berusaha menggunakan kung fu-nya untuk menegakkan keadilan. Dengan demikian ia sering terlibat dalam urusan pengadilan. Agar tak ditangkap, ia mengajak anak perempuannya melarikan diri ke perbatasan antara propinsi Yunnan dan Sze Chuan dan menetap di kaki gunung Tai Leung. Mereka hidup dari hasil penjualan tahu di pasar.

Ada seorang preman lokal bermarga Wong yang terkenal bertabiat buruk. Karena kemampuan kung fu-nya dan juga karena tangan hukum begitu lemahnya di daerah terpencil ini, ia ditakuti oleh penduduk setempat. Karena tertarik dengan kecantikan Yim Wing Chun, ia mengirimkan perantara untuk melamar gadis ini, dengan ancaman jika ditolak, ia akan memaksa Wing Chun menikahinya. Ayah Wing Chun sudah tua dan Wing Chun sendiri adalah gadis yang lemah. Oleh karena itu mereka sangat khawatir dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sementara itu, Pendeta Wanita Ng Mui, yang tinggal dekat desa ini, sering mengunjungi pasar desa. Setiap kali ia lewat di kios tahu Yim Yee, ia selalu mampir dan berbelanja. Dengan demikian, mereka menjadi saling mengenal. Suatu hari, saat ia berbelanja, ia memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa pada ekspresi ayah dan anak ini. Ketika ditanyakan, mereka menceritakan masalah tersebut kepada Ng Mui. Pengakuan ini membangkitkan kembali rasa keadilan dalam diri Ng Mui yang sudah lama dipendam. Ia memutuskan untuk membantu Yim Wing Chun, tetapi tidak dengan melawan Wong, suatu hal yang pasti dilakukannya sebelum mengundurkan diri. Alasannya adalah bahwa ia tidak ingin menunjukkan identitas aslinya sebagai pendekar Shao Lin, dan juga karena tidak layak baginya, sebagai seorang ahli bela diri terkenal dari Shao Lin, bertarung melawan preman tak ternama dari sebuah desa terpencil. Ia memutuskan untuk mengajari teknik bela diri ciptaannya kepada Yim Wing Chun. Bagi Wing Chun sendiri, ilmu bela diri bukan sesuatu yang aneh, karena ayahnya adalah murid Shao Lin. Selama ini Wing Chun merasa belum perlu mempelajari ilmu ayahnya. Kini dengan panduan Ng Mui, sang master wanita dari Shao Lin, dan juga karena kepandaian dan kerja kerasnya, ia berhasil menguasai teknik ini dalam waktu tiga tahun.

Pada suatu hari Ng Mui memberitahu bahwa Wing Chun sudah menguasai semua teknik-teknik ciptaannya dan diperbolehkan kembali ke rumah ayahnya dan menyelesaikan masalah dengan Wong. Sekembalinya ia ke rumah ayahnya, preman tersebut mulai menggodanya lagi. Kali ini Wing Chun menantangnya berkelahi. Wong terkejut, tetapi menerima tantangan ini. Ia sangat yakin dapat mengalahkan Wing Chun dan menikahinya, tetapi dalam pertarungan tersebut ia dikalahkan oleh Wing Chun. Sejak saat itu, Wong tak berani lagi mengganggu Wing Chun. Setelah peristiwa ini, Wing Chun terus berlatih teknik ini, tetapi Ng Mui merasa kehidupan di kaki gunung Tai Leung terlalu monoton dan pergi berkelana. Ia berpesan pada Wing Chun untuk menjaga peraturan Shao Lin dan berhati-hati dalam meneruskan teknik ini agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang tak pantas

Yim Wing Chun akhirnya menikah dengan tunangannya Leung Bok Chau. Ia berhasil menurunkan teknik yang dipelajarinya dari Ng Mui ini kepada suaminya. Leung Bok Chao sendiri pernah mempelajari bela diri, dan rajin berlatih di waktu senggangnya. Setelah pernikahan mereka, Wing Chun sering berdiskusi dengannya tentang teknik-teknik pertarungan. Awalnya ia meremehkan Wing Chun, karena menganggap Wing Chun adalah wanita yang lemah. tetapi Wing Chun berhasil memperoleh kesempatan untuk berlatih dengan suaminya dan berhasil mengalahkannya setiap kali mereka berlatih. Leung Bok Chao pun akhirnya sadar bahwa Wing Chun bukanlah seorang wanita lemah, tetapi seorang ahli seni bela diri. Sejak saat itu ia mengagumi teknik istrinya dan sering berlatih berdua. Ia menyebut teknik ini "Wing Chun Kuen" untuk menghormati istrinya. dari namanya ini lah maka dikenal nama Wing Chun Kung Fu. 
 

Wing Chun Bangau Putih Malang Jawa Timur


Kabar Gembira Bagi Pencinta kungfu telah hadir kungfu Wing Chun Bangau Putih Dimalang jawa timur
Membuka pendaftaran anggota baru.

Latihan 2X seminggu
Hari Minggu pukul 09.00-12.00
Hari Rabu pukul 18.30-21.00
Info pendaftaran hub Cp :
Sifu Dayat Tlp/Sms 085815012916
Krisna Tlp/Sms/Whatsapp 081252919414
Rahman 089666746005/Id Wechat rahman28

Grup Fb https://www.facebook.com/groups/141275166071881/